Hati-Hati, Yang Jual Rumah, Penipu Mengintai Anda. Begini Modusnya.

 

Modus Penipuan jual rumah lewat sms
Modus Penipuan jual rumah lewat sms

Apakah Anda Sedang Menjual Rumah / Tanah atau memasang iklan jual/sewa rumah tanah di media iklan digital ataupun cetak?. 

dan anda pernah mendapat sms seperti berikut :


” Maaf , saya ibu sulastri yg kemarin lihat RUMAH nya dan merasa cocok dan berminat,jd untuk masalah harga silahkan nego dgn suami saya H. Ridwan di no 08212566XXX trms".

 

Hati-Hati, bisa jadi atau diduga itu adalah ulah penipu, yang sedang mencoba keberutungannya, ketika anda lengah atau terhipnotis, maka uang anda akan hilang.

Modus Penipuan diatas pernah terjadi dengan salah seorang ibu yang bernama Anna Retinsya yang tinggal di jakarta.  Berikut Kronologi nya.


Publikasi Oleh : Anna Retinsya

Tanggal Publikasi : 28 Maret 2011


Kenapa judulnya begitu ya ? ini perhatian bagi kita – kita yang akan menjual rumah di surat kabar , kejadian ini nyata karena saya sendiri yang mengalaminya dan masih hangat .


Kejadiannya bermula dari keinginan kami sekeluarga ingin menjual rumah orang tua di Jakarta Pusat mengingat tinggal papa yang ada dan beliau ingin membagikan pada kami ke-4 anaknya untuk modal masing – masing , sementara itu pada saat ini rumah kami diisi oleh orang kost dan kontrakan.


Kemudian kami pun memasang iklan di koran pada hari Sabtu, pada hari itu pagi hari sekitar pukul 6 :30 WIB ada seorang ibu yang menelpon menanyakan alamat rumah , setelah di beri tahu posisinya ternyata si ibu adalah orang lama di daerah tersebut jadi beliau tahu persis alamat rumah yang akan kami jual tersebut ketika di tanya namanya beliupun tidak memberi tahu .


Jadilah pada hari itu beberapa orang menelpon dan bertanya ini itu tentang rumah , sekitar pukul 10:00 WIB masuk sebuah sms dari no 083873832124 berbunyi :” Maaf , saya ibu sulastri yg kemarin lihat RUMAH nya dan merasa cocok dan berminat,jd untuk masalah harga silahkan nego dgn suami saya H. Ridwan di no 082125667144 trs.


Karena sedang ada kesibukan saya tidak langsung menelpon ke orang tersebut pada jam 14 WIB barulah saya menelpon yang diangkat oleh orang yang bernama H .Ridwan dari seluruh pembicaraan pak Ridwan ini sangatlah sopan dan santun serta mencerminkan orang yang berpendidikan dan agamais, saya jelaskan maksudnya menelpon adalah menindak lanjuti sms yang di kirim oleh istrinya dengan percakapan sebagai berikut :


” Apakah bapak sudah melihat rumah kami ?” kata saya


“Oh .. sudah bu, istri saya sudah survey kemarin dan merasa cocok, ibu berencana menjual berapa ?” tanyanya


” Saya rencana menjual 1,5 Milyar pak” jawab saya


” Apakah ibu yang mengambil keputusan ? Boleh saya tawar bu?” tanya lagi


” Ya pak saya wakil dari keluarga ,apakah sebaiknya kita bertemu dulu pak , boleh boleh saja pak kalau mau di tawar” kata lagi


” Maaf, saya bukannya tidak mau bertemu saya sedang ada di Surabaya ,kalau saya tawar 1,490 M bagaimana bu?” mintanya


” Kalau begitu saya coba rundingkan dengan keluarga dulu ya pak ” kata saya lagi


 


Begitulah sayapun merundingkan dengan keluarga mengingat tawaran orang tersebut turunnya tidak terlalu banyak hanya 10 juta , cuma kami berfikir kapan ya ada orang yang datang melihat rumah ? karena merasa belum pernah di datangi orang jadi orang tersebut pasti tidak tahu kondisinya karena ini adalah harga rumah yang sangat mahal .


Keesokan harinya di hari Minggu saya menelpon kembali ke bapak H. Ridwan.


” Pak , mengenai pembicaraan kita kemarin saya sudah merundingkan dengan keluarga dan keluarga setuju Sekarang bagaimana kelanjutannya?”


“Begini bu saya akan melunasinya di tanggal 10 bulan ini , tapi saya mohon kepada ibu untuk tidak menawarkan lagi ke orang lain” . Pintanya


“Oh ,kalau mengenai hal itu sesuai dengan hukum Islam suatu transaksi yang sedang dalam proses tidak boleh di batalkan pak”. jelassaya


” Baiklah bu sebagai tanda jadi saya akan mengirimkan kepada ibu hari ini uang muka sebasar 10 juta rupiah, untuk itu supaya saya di berikan nomor rekening ibu”.


” Okelah pak kalau begitu ” kata saya.


Sayapun merundingkan hal ini pada suami, suami setengah tidak percaya mengatakan kenapa orang itu begitu gampangnya mengadakan transaksi jual beli tanpa melihat rumah dan kenapa di isi sms nya istrinya mengatakan sudah melihat rumah kemarin( Jum”at) sementara iklan di pasang pada hari Sabtu ? kata suami cobalah tanya kembali apakah benar dia sudah melihat runah tersebut atau mungkin rumah orang lain yang dia lihat.


” Maaf pak, saya menelpon lagi tapi, apakah bapak sudah benar melihat rumah kami dan sudah tahu alamatnya?”tanya saya


” Sudah bu, dan saya juga bukan orang yang bodoh bu nanti ibu boleh lihat rumah itu setelah jadi”


“Ya, kalau begitu mudah – mudahan kita berjodoh ya pak..” kata saya


” Ya.. bu baiklah”.katanya


Sayapun mengirimkan No Rekening yang kemudian di telpon kembali oleh Pak Ridwan yang menanyakan apakah nomor saya ini benar dan masih ada ? saya katakan nomor ini benar dan ada.


Sekitar jam 16: 00 WiB pak Ridwan ini mengatakan bahwa dia sudah mentrasfer ke rekening saya 10 juta sayapun mengatakan belum tahu apakah uang itu sudah masuk atau belum , pak H. Ridwan itu mengatakan tolong saya menceknya dan kalau sudah di ATM beritahu dia .


Saya belum sampai ke ATM tapi sepanjang perjalanan berfikir karena saya menggunakan SMS Bangking sehingga segala transaksi diatas 1 juta rupiah akan mendapat SMS dan saya curiga kenapa kalau saya di ATM harus menelpon dia ? setelah saya cek memang tidak ada itu nominal Rp 10 Juta, suami saya mengatakan SMS saja dia jangan di telpon karena akan panjang , sayapun SMS pak H .Ridwan , kemudian dia menelpon saya:


“Kenapa bu kok uangnya belum ada? saya sudah transfer 10 juta rupiah bu coba di cek lagi ,sekarang ibu dimana?” tanyanya


” Memang tidak ada pak, kalau pun ada uang yang masuk begitu bapak trasnfer saat itu juga ada sms uang yang masuk dan saya sekarang tidak di ATM”. kata saya


” Pasti ini ada kesalahan coba ibu balik lagi ke ATM” kata pak H Ridwan dengan gusar.


” Tidak bisa pak saya sudah jauh kalau bapak mau trasfer saja” kata saya menolak keinginannya.


“Bagaimana ibu ini, dengan uang sebegitu besar tidak di cek ? pergi saja ibu ke ATM nanti saya hubungkan ke Banknya. perintahnya dengan sedikit memaksa.


“Maaf pak saya tidak bisa, saya sudah jauh dari ATM “( kemudian HP saya beri ke suami )


” Bagaimana bapak ini kalau memang sudah di trasfer pasti ada pemberitahuan jangankan 10 juta rupiah transaksi 1 juta saja sudah ketahuan masuk” kata suami saya.


“Ya sudah kalau begitu”.katanya dengan marah.


HP kemudian dimatikan tak lama ada masuk lagi HP dari H Ridwan


“Ternyata kau penipu ya bu ( Dengan logat kedaerahan)” kata pak H Ridwan menuduh saya


” Anda yang menipu mengatas amakan seorang haji mengiring orang untuk mentrasfer uang” ini penipuan .. klik telpon saya matikan.


Jadilah hari itu transaksi batal dan Alhamdullilah kami terhindar dari sebentuk penipuan karena kami membaca beberapa tanda tanda yang mencurigakan .Mudah – mudahan kejadian saya ini tidak terjadi pada orang lain yang akan menjual rumah sebab di Jakarta seribu cara orang mencari uang dan kita cuma perlu kehati hatian.


Condet 27/03/11


Untuk itu, diharapkan kepada anda yang sedang menjual tanah/rumah agar tetap waspada, agar terhindar menjadi korban penipuan. dan silahkan share/sebarkan/disebar.in info ini agar keluarga/teman/famili tidak menjadi korban penipuan

Jika anda mempunyai pertanyaan, silahkan tulis di kolom komentar yah. 




Previous article
Next article

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel